Claim Society dan Terlanjur Hidup Enak Membuat Jepang Seolah Bergerak Lambat

Alasan Jepang Sekarang Seolah Bergerak Lambat

Seorang politisi senior Jepang cukup kaget setelah bertemu karena justru mengetahui data vaksinasi kalangan medis yang sudah divaksinasi kedua kali justru dari Tribunnews.com.

“Serius itu baru 13% tenaga medis Jepang yang sudah di vaksinasi dua kali?” tanya politisi tersebut sumber Tribunnews.com yang langsung mengeceknya ke kementerian kesehatan Jepang.

Setelah dicek memang benar.

Sekitar 4,7 juta tenaga medis Jepang baik perawat maupun dokter tercatat di Jepang, seharusnya sudah mendapatkan vaksinasi kedua kali.

Namun sampai dengan vaksinasi kedua kali hingga 13 April 2021, ternyata hanya barulah 13% saja yang telah mendapatkannya.

Padahal 12 April sudah mulai vaksinasi bagi para lansia di Jepang berusia 65 tahun ke atas.

Claim Society dan Terlanjur Hidup Enak Membuat Jepang Seolah Bergerak Lambat

Dari sana muncullah diskusi dengannya, “Mengapa belakangan ini seolah kerja orang Jepang tampak terlambat dibandingkan masa lalu apalagi dibandingkan negara lain?”

“Jepang itu adalah negara yang sudah mapan, sudah hidup enak dan terbiasa detil segalanya. Akhirnya memunculkan Claim Society bagi orang yang tidak puas sekecil apa pun,” paparnya mulai menjelaskan.

Sejak mulai berkembang hingga mapan, banyak pengalaman masyarakat Jepang tercipta berkat kerja keras bersama, menjadikan pengalaman sangat berharga.

“Akhirnya terbiasa segalanya serba detil supaya tidak terjadi kesalahan apa pun. Berusaha kerja sesempurna mungkin, membuat kesalahan zero,” tekannya lagi.

Apabila ada kesalahan bukan hanya rugi waktu dan tenaga tetapi dipercaya orang Jepang rugi uang juga, time is money, tekannya.

Kini Jepang sudah mapan sudah enak kehidupan segalanya, kebiasaan kehidupan detil, kesalahan  zero, akhirnya secara tidak sengaja berdampak terciptanya masyarakat yang Claim Society.

“Tidak sedikit orang mengatakan bahwa orang Jepang claimer, tukang buat claim macam-macam. Sebenarnya bukan demikian. Kita sudah terbiasa sempurna dan sesuai janji. Kalau hasilnya tidak sesuai janji dan tidak sempurna, kita akan merasa¬† rugi segalanya, rencana juga berantakan jadinya,” jelasnya lagi.

Kebiasaan serba sempurna itulah yang membuat internal di dalam Jepang sendiri terbiasa harus sangat hati-hati dalam mengerjakan segala-sesuatunya.

“Sementara tenaga manusia sangat berkurang. Banyak yang bunuh diri dan banyak yang tak mau menikah, banyak yang tak mau punya anak. Ya populasi jadi jauh menurun drastis, kekurangan tenaga kerja. Akhirnya pekerjaan semakin berat bagi satu orang saat ini, karena seharusnya dikerjakan 2 orang tetapi harus dilakukan satu orang.”

Nah, pekerjaan yang sangat hati-hati dilakukan itulah berdampak keterlambatan hasil kerja di berbagai bidang.

Sementara target dan jadwal yang ada serta sudah dibuat dan sudah diumumkan tak boleh dilanggar karena menyangkut kepercayaan masyarakat luas.

“Akhirnya ya vaksinasi tetap dilakukan dimulai 12 April lalu untuk orang tua, untuk lansia meskipun tenaga medis baru 13% yang sudah divaksinasi kedua kali. Itu kan sebenarnya memang berbahaya bagi tenaga medis sendiri. Seharusnya mereka selesai semua di vaksinasi sampai kedua kali, barulah mem vaksinasi para lansia.”

Jadi pada hakekatnya semua kerja harus dilakukan detil dan sesempurna mungkin di Jepang, kerja sekali langsung jadi zero error, sehingga hasil yang diperoleh pun maksimum bagi masyarakat luas, tambahnya.

“Itulah mungkin yang membuat seolah Jepang jadi lambat dalam segala sesuatu, di samping masalah kekurangan tenaga kerja saat ini. Biar bagaimana pun manusia adalah asset berharga dan itulah mungkin kekurangan Jepang saat ini,” paparnya lagi.

Lalu solusinya bagaimana?

“Salah satunya membuat robot atau Artificial Intelligent yang bisa membuat robot sangat sempurna nantinya bisa ikut membantu kehidupan dan kerja sehari-hari manusia. Itulah salah satu fokus teknologi Jepang saat ini menjadi negara robot terbaik di dunia, di samping digitalisasi yang akan jauh semakin canggih dalam waktu dekat ini.”

sumber : https://www.tribunnews.com/internasional/2021/04/15/claim-society-dan-terlanjur-hidup-enak-membuat-jepang-seolah-bergerak-lambat?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *